Sabtu, September 04, 2010

Pemain Keturunan Indonesia Yang Merumput Di Luar Negeri

Ketika suatu saat kita mendengar sebuah nama yang tidak asing di telinga, semisal Nainggolan atau Parto, apakah yang terlintas dalam benak kita? Mungkin kita akan berpikir itu hanya nama marga dari suatu suku anak bangsa di negeri ini, yakni nama orang dari Suku Batak dan Suku Jawa.

Namun apa yang terjadi jika yang kita dengar itu berasal dari lapangan hijau di ‘embahnya’ sepakbola sana, Eropa. Boleh jadi kita berkata, “Ah, mungkin itu orang Batak atau orang Jawa yang jadi tukang rumput di sana.” Eit, kali ini kita keliru.

Setelah kemarin kita angkat topi untuk tokoh-tokoh dari Suku Batak yang telah beraksi di ruang sidang Pansus Hak Angket Bank Century, sebagaimana telah ulas oleh kompasianer Ali Mustowifin beberapa waktu lalu, kali ini kita harus angkat topi lagi karena dari marga Batak tadi, telah muncul rising star baru di kompetisi sepakbola Eropa.

Pada bulan Januari tepatnya (28/1/2010), di saat bangsa ini sedang menyaksikan gonjang-ganjing demo besar-besaran di depan istana presidennya, di belahan bumi lain yaitu di Italia, kita menyaksikan ada seorang berdarah Indonesia menandatangani kontrak bermain dengan sebuah klub sepakbola Seri A Liga Italia yang baru mengalahkan klub raksasa sekelas Juventus dua minggu lalu.

Anak bangsa itu adalah Radja Nainggolan dan klub yang dibelanya yaitu Cagliari. Bagi yang hobi bola, klub itu pasti sudah familiar di telinga kita, namun kebanyakan masih menyangsikan ada pemain berdarah Indonesia mampu unjuk gigi di tengah ketatnya persaingan kompetisi Seri A Liga Italia. Ini saya kutip dari detiksport tadi pagi tentang berita transfer pemain itu.

Radja memang sempat menjadi buah bibir di Liga Italia saat dikabarkan akan diboyong oleh AS Roma. Namun Cagliari rupanya yang mendapatkan gelandang berusia 21 tahun ini dalam bagian pertukaran dengan Mikhail Sivakov.

Cagliari telah resmi meminjamnya hingga akhir musim namun punya opsi untuk mempermanenkan kontraknya. Radja pun mengaku senang dengan kesepakatan ini dan berharap bisa bermain baik di klub Seri A ini.

“Saya datang ke Cagliari dengan rasa antusias. Target saya ada bertumbuh dan berkembang di Seri A,” ungkap Radja Nainggolan yang lahir di Antwerp, Belgia, seperti dilansir Goal.

“Saya dapat bermain di segala posisi di lapangan tengah. Saya merasa lebih baik di sisi kiri, tapi saya berharap bisa mendapatkan tempat di dalam tim ini,” harapnya.

Siapa sebenarnya Radja Nainggolan ini?
Radja Nainggolan (AFP)

Radja Nainggolan (AFP)

Ayahnya, Marianus, adalah pria berdarah Batak yang menjadi pengusaha di Bali dan ibunya, Lizi Bogaerd berkewanegaraan Belgia. Meski berdarah Indonesia, Radja saat ini tercatat sebagai anggota timnas Belgia U-21.

Radja ditarik dari klub Belgia, Germinal Beeschot ke Piacenza, Italia pada 2005. Di klub Serie B ini, karir Radja mulai bersinar. Ia pun sempat menjadi incaran Fiorentina dan AS Roma sebelum akhirnya bergabung dengan Cagliari. Sumber.

Tambahan informasi, dia lahir di Belgia pada tanggal 4 Mei 1988, dengan tinggi badan 175 cm. Sampai sekarang dia masih warga negara Belgia sehingga tidak bisa memperkuat Timnas Indonesia karena hukum Indonesia tidak memperbolehkan kewarganegaraan ganda.

Pemain Top dari Suku Jawa, Maluku, Padang

Kalau orang Batak boleh bangga dengan Radja Nainggolan, bagaimana dengan suku-suku lain? Baik orang Jawa, Maluku, Padang, dan lainnya tidak perlu berkecil hati. Berikut saya berikan beberapa data singkat pemain-pemain berdarah Indonesia yang kini tengah merumput di kompetisi sepakbola Eropa dan Amerika Latin.

1) Donovan Partosubroto
Partosubroto

Partosubroto

Pemain ini berposisi sebagai kiper. Dia kini bermain di Ajax Junior. Sejak usia delapan tahun dia sudah dilirik oleh tim pencari bakat Ajax. Kini dia berusia 18 tahun. Ayahnya merupakan orang Indonesia yang beristrikan warga negara Belanda. Donovan mempunyai kembaran yang juga seorang pemain bola, namanya Vincent Partosubroto. Vincent adalah seorang penyerang, dia bermain di Klub FC Hoofdorp.

2) Irfan Bachdim
Irfan Bachdim

Irfan Bachdim

Tentunya kita sudah sering mendengar nama pemain ini. Ya, ketika Tim U-23 kita berlatih di Belanda untuk dipersiapkan ke Asian Games, pemain ini sempat ikut berlatih bersama. Namun karena kabarnya cedera, pemain ini tidak diikutsertakan. Kabar terakhir, pemain ini tidak mau lagi bermain untuk Tim Indonesia walau pada awalnya sangat berminat sekali. Pemain ini berposisi sebagai penyerang lubang. Irfan lahir pada tanggal 11 Agustus 1988, . Tingginya 178, lumayan lah dibanding pemain Indonesia lainnya. Irfan kini bermain di klub Divisi 1 liga Belanda.

3) Philip Adam Cave

Pemain juniar Newcastle United yang menurut kabar, memiliki ibu berdarah Indonesia, dan sangat ingin bermain untuk Indonesia. Philip Adam Cave bermain sebagai pemain belakang.

Di samping itu masih puluhan pemain keturunan lainnya yang terpencar-pencar di belasan kub Liga Belanda, baik yang masih berstatus yunior mau pun sudah terbilang berpengalaman. Nama-nama lainnya adalah, Raphael Tuankotta (21, Volendam yunior), Justin Tahaparry (21, FC Eindhoven), Estefan Pattinasarani (17 tahun, AZ Alkmaar), Marvin Wagimin (17 tahun, VVV Venlo), Tobias Waisapy (18, Feyenoord yunior), dan Raymon Sosroredjo (17, Vitesse yunior).

Masih ada juga Johny Hestinga, Michael Timisela, Sven Taberima, Christian Sapusepa, Robert Timisela (Ajax Amsterdam), Mathija Marunaya, Gaston Salasiwa (AZ Alkmaar), Ignacio Tuhuteru, Raphael Tuankotta (FC Groningen), Marciano Kastirejo, Max Lohy, Stefano Lilipaly (FC Utrecht), Domingus Lim-Duan, Nelljoe Latumahina, Juan Hatumena, Petg Toisuta (FC Zwolle), dan Djilmar Lawansuka (Feyenoord Rotterdam). Lihat.

Dari nama-nama marganya memang terlihat jelas kebanyakan mereka berasal atau berdarah Maluku, karena faktor sejarah barangkali. Selain itu nama-nama seperi Adji Massaid yang sekarang menjadi anggota DPR Fraksi Demokrat, dikabarkan pernah pula bermain untuk klub Ajax Yunior, seangkatan dengan pemain dunia Edgar Davids. Ada lagi Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandi yang bermain di klub primavera Liga Italia, Sampdoria.


Syamsir Alam

Dan yang cukup fenomenal dan berdarah asli Indonesia yaitu Syamsir Alam. Kini ia sedang merumput di negara langganan piala dunia yakni Uruguay. Pemain yang lahir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada tanggal 6 Juli 1992 (18 tahun) berposisi sebagai striker/penyerang. Anak dari Edy Sikumbang (ayah) dan Boru Siagian (ibu) ini berpostur tinggi badan 174 cm berat 57 kg. Mudah-mudahan sekembalinya dari sana, mental dan kemampuan matang Syamsir Alam bisa menginspirasi pemain-pemain nasional lain. Lihat.



Membanggakan sekali memang melihat pemain-pemain kita ternyata cukup terpandang di negara orang. Seandainya PSSI dan pihak yang berwenang bisa melobi negara asal mereka yang berdarah Indonesia untuk dapat memperkuat Timnas Sepakboal Indonesia di ajang internasional, saya kira mimpi negara ini menjadi tuan rumah perhelatan akbar Piala Dunia 2022 bisa terwujud. Bukan hanya untuk cibiran semata.

ads

Ditulis Oleh : Unknown Hari : 17.35 Pada Kategori:

2 komentar: